Dina Handayani's Beautiful Escape to Lombok with #SariayuDreamTripToLombok

Mon 22 May 2017 5:09 PM

Sariayu Martha Tilaar bersama dengan Dream.co.id mengajak Sahabat Sariayu dan Sahabat Dream untuk mengikuti #SariayuDreamTripToLombok yang diadakan pada akhir April 2017 lalu, tepatnya 28-30 April 2017. Setelah kembali ke Jakarta, para peserta #SariayuDreamTripToLombok dengan antusias langsung menuliskan perjalanan masing-masing di halaman blog pribadinya. Termasuk Dina Handayani yang tulisannya dipilih menjadi Best Review Blogger. Seperti apa serunya perjalanan Dina Handayani selama #SariayuDreamTripToLombok? Simak ceritanya dibawah ini yuk, Sahabat!


Sudah ketigakalinya Dream.co.id (situs berita muslim terbesar & populer di  Indonesia) mengadakan #DreamTrip, destinasi yang dipilih kali ini adalah Pulau Lombok. Woow mendengar ”Lombok” pasti terbayang Pantai yang Indah, makanan khas yang pedas dan kerajinan tenunnya, seperti DreamTrip sebelumnya peserta akan dimanjakan oleh fasilitas yang oke dengan budget minim selama 3D2N, serta kejutan-kejutan dari pihak sponsor tentunya.

Kali ini Dream.co.id menggandeng Sariayu dari Martha Tilaar sebagai pihak sponsor dan Lombok terpilih karena sesuai dengan Trend Warna Sariayu 2017: Inspirasi Gili Lombok. Sekedar informasi Lombok menjadi destinasi wisata halal favorit selama 2 tahun berturut-turut (2015-2016) meraih penghargaan World Halal Tourism Award (WHTA). Tidak heran jika Lombok menjadi magnet wisata turis domestik & mancanegara.

Melalui seleksi oleh pihak #DreamTrip & #SariAyu terpilihlah 10 peserta yang berangkat ke Lombok pada tanggal 28-30 April 2017 dan Mulia Vacation (MuVac) Travel yang akan mendampingi kami selama di Lombok. Penasaran apa saja kegiatan kami selama di Lombok? Yuk simak Diary Saya selama 3 hari di Lombok.

28 April 2017 – Diary Day 1

Jam 7:00 para peserta berkumpul di Terminal 1 B Soekarno Hatta, walau sebelumnya kami sudah bertegur sapa di group WA. Namun, pagi ini pertamakalinya kami berjumpa. Selain 10 peserta yang terdiri dari: Saya (Dina), Isthi, Stella, Nindy, Anggun, Emiko, Rosita, Nina, Devi, Ayy, ada juga perwakilan dari #DreamTrip Mba Amrikh & Idho, Perwakilan Tim #SariAyu  Cecil, Nicky, & Pras, Perwakilan #MuVac Mas Ali &Pak Dani, total 17 orang dari Jakarta yang akan berangkat ke Lombok.

1493633265536

10 Peserta DreamTriap to Lombok bersama SariAyu

LOMBOK

1493632892870

Yes, We Are Ready To Explore Lombok

Setelah menempuh penerbangan selama 2 jam (9.00 -11.00), jam 12 WIT (1 jam lebih awal dari WIB) kami tiba di BIL-Praya, dijemput oleh Bus Travel dan Pak Firman sebagai Tour Guide selama 3 hari kedepan. Tujuan pertama? Makan siang dong tentunya… hehe, lokasinya tidak jauh dari Bandara yaitu Grand Batujai Resto (Grand Royal BIL Hotel)

2017-04-28-13-13-28-01

Grand Batujai Resto

afterfocus_1493359948908-02

Menu Makan Siang

Pusat Kerajinan Tenun Desa Sukarara

Setelah makan siang perjalanan dilanjutkan ke Desa Sukarara, desa kecil tempat pusat kerajinan tenun tradisional Lombok, sebagian besar perempuan di Desa Sukarara sedari kecil sudah diwajibkan belajar menenun (Nyesek dalam bahasa Sasak) sebagai syarat pernikahan. Alat tenunnya pun sederhana dan masih mempertahankan desain motif tradisional Lombok. Namun, hasil kain tenun Desa Sukarara memiliki kualitas yang sangat mengesankan, menggunakan benang sutera emas, perak serta bahan pewarna alami memberikan warna yang indah dan cerah. Lamanya pengerjaan satu kain tenun bisa mencapai 3 bulan, sehingga membuat harga kain tenun tradisional Desa Sukarara cukup mahal tetapi sebanding dengan kualitas yang dihasilkan. (Informasi lebih lengkap bisa di lihat  disini)

2017-04-28-14-25-24-e1494116428825.jpg

Kain Tenun Lombok Desa Sukarara (1)

DSC_0714-01

Kain Tenun Lombok Desa Sukarara (2)

2017-04-28-14-24-26

Keseharian perempuan Lombok dari usia muda hingga tua adalah menenun

Di tempat ini selain melihat secara langsung cara menenun kain khas Lombok pengunjung juga bisa mencoba pakaian adat Sasak (free) dan berfoto dengan background Rumah Adat Suku Sasak.

2017-04-28-14-46-53-01

Pakaian Adat Suku Sasak

C360_2017-05-05-19-54-14-395

Pose bersama di depan Rumah Tradisional Suku Sasak

Desa Wisata Sasak Ende

C360_2017-05-05-19-39-50-923

Welcome to Desa Wisata Sasak Ende

Perjalanan dilanjutkan menuju Desa Wisata Sasak Ende, Sengkol-Lombok, di desa yang masih kental dengan kehidupan tradisional suku asli Sasak, rumahnya dibangun dengan tanah liat dicampur kotoran kerbau sebagai pengganti semen, konon katanya membuat lantai menjadi dingin dan bebas stroke. Kita juga bisa masuk kedalam rumah, atapnya pendek dan miring, sehingga tamu harus menunduk yang dimaksudkan agar menghormati tuan rumah. Rumah terdiri dari dua ruangan. Ruang pertama, bersatu dengan dapur & tempat menyimpan hasil panen, untuk  wanita. Ruang lain untuk anggota keluarga pria. Atap rumah terbuat dari rumbia khas rumah Suku Dasak. Mayoritas warga Dusun Ende beragama Islam, akan tetapi masih memegang adat-istiadat leluhur mereka.

C360_2017-05-07-08-09-11-528-01

Salah satu bentuk Arsitektur Rumah Penduduk Sasak Ende

IMG_0725

Warga yang sedang melapisi lantai dengan tanah liat bercampur kotoran kerbau

Kami juga disajikan hiburan suku sasak dengan alat musik tradisional setempat seperti Genggong (geng: tinggi & gong : rendah) yaitu alat musik tiup terbuat dari pelepah daun enau yang dimainkan secara berpasangan, lalu ada Rebana Burdah, Gambus, Mandolin, Preret, Barong Tengkok, yang menghasilkan alunan musik yang unik dan liriknya menggunakan bahasa daerah suku sasak.

genggong

Alat musik Genggong

Processed with VSCO with a6 preset

Kesenian Musik Suku Sasak

Setelah itu kami disuguhkan Tari Peresean, Tarian untuk menghormati pengunjung yang datang. Tari Peresean dilakukan oleh dua orang pria dewasa dipersenjatai dengan tongkat pemukul dari bilah rotan dan tameng/ perisai dari kulit kerbau yang cukup tebal, disebut Ende. Ada juga wasit atau pakembar tugasnya mengawasi pertarungan. Tarian Peresean diiringi musik gamelan Lombok, kita pun akan terbawa suasana dengan pertarungan seru ini.

Processed with VSCO with a6 preset

Tari Peresean

2017-04-28-16-05-08-e1494122934612.jpg

Nindy… “Wuahh ternyata berat perisainya!”

C360_2017-05-05-19-37-18-078

Pose bersama Penari Peresean

C360_2017-05-05-19-51-25-541

Pantai Tanjung Aan   

Perjalanan berlanjut ke Pantai Tanjung Aan, Pantai yang masih alami terletak di sebelah selatan pulau Lombok memiliki pantai yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia dan pasir berbentuk bulat seperti merica. Walau memiliki cerita rakyat Putri Mandalika yang cukup menyedihkan, akan tetapi keindahannya sungguh memanjakan mata terutama jika dilihat dari atas ketinggian bukit disekelilingnya, sayangnya kami tidak sempat meng-explore pantai cantik ini karena waktu yang semakin sore.

Walaupun hanya sesaat, Alhamdullilah kami masih bisa menyaksikan Mahakarya Sang Pencipta terhampar didepan mata dan ini hanya “Secuil” Pemandangan Indah dari atas Bukit – Tanjung Aan Lombok MasyaAllah…

2017-04-28-17-24-22-01

Kapal yang sedang menepi di Tanjung Aan

IMG_20170429_000927_874

Tanjung Aan dari atas Bukit

2017-04-28-17-46-21-01

Sunset di Tanjung Aan

Rencananya kami akan menyaksikan Sunset di Pantai Kuta Lombok, namun waktunya tidak mencukupi karena kami keasyikan di Tanjung Aan ???? walaupun sebenarnya lokasinya tidak terlalu jauh dari Tanjung Aan, tapi tetap dong kami menyempatkan untuk berfoto “wajib” disana.

C360_2017-05-05-20-07-51-081

Pantai Kuta Lombok

Kegiatan dihari pertama ditutup dengan menyantap hidangan khas Lombok yaitu Ayam Taliwang di  Lesehan Ayam Taliwang Irama 3, Ayam bakar bumbu Taliwang yang disajikan bersama Plecing Kangkung dengan sambal terasi pedas sungguh nikmat tidak ketinggalan ikan bakar madunya habis dalam sekejap… aaah sedapnya… setelah makan kami menuju Lombok Garden Hotel untuk check-in dan beristirahat.

Lesehan Irama 3

Lesehan Ayam Taliwang Irama 3

29 April 2017 – Diary Day 2

C360_2017-05-05-20-02-59-518

Day 2 – We Are Ready to Explore Gili Trawangan

Hari ke-2 ini sangat kami nantikan pasalnya seharian akan dihabiskan di Gili Trawangan, satu dari 3 pulau kecil yang sangat indah. Selesai sarapan, bus kami langsung melaju ke Gili Trawangan, karena hotel kami terletak di tengah Kota Mataram jadi membutuhkan waktu sekitar 1-1,5 jam untuk sampai di pelabuhan penyebrangan. Ooh iya, tips dari Tour Guide sebaiknya menyiapkan/membeli perbekalan terlebih dahulu, karena harga di Gili bisa 2x lipat.

Bukit Malimbu

Selepas melewati kawasan pantai Senggigi, jalan mulai menanjak dan memasuki daerah perbukitan dan tidak jauh dari sana kita akan sampai di Bukit Malimbu. Pemandangan dari atas Bukit Malimbu sangat cantik, disini kami menyempatkan berfoto bersama dengan latar belakang laut lepas, perbukitan hijau di sebelah kiri, kita juga bisa melihat Garis Pantai Senggigi, disisi sebelah kanan terlihat dari kejauhan Gili Trawangan, Gili Nemo dan Gili Air.

Bukit Malimbu

Breathtaking View from Bukit Malimbu

IMG-20170430-WA0028

Gili Trawangan

Gili Trawangan, “Gili” atau Pulau kecil favorit selain Gili Nemo & Gili Air yang terletak di sebelah Barat Daya Pulau Lombok memiliki pantai indah & menakjubkan. Untuk dapat sampai ke Gili Trawangan kita harus menyebrang dengan menyewa kapal cepat (kapasitas 10-15 orang) dari Teluk Nara, waktu tempuh kurleb 1 jam. Alhamdulillah siang itu cuaca sangat cerah dengan ombak yang tenang.

C360_2017-05-06-19-49-03-393

Start Point Pelabuhan Penyebrangan Teluk Nara

C360_2017-05-05-19-54-37-929

On the Boat..

C360_2017-05-06-19-49-42-820

Ombak yang bersahabat

C360_2017-05-06-19-50-10-181

Gili! Here We Come…

Yeay… setelah satu jam kapal kami pun merapat di Pulau berpasir putih dengan warna laut hijau tosca wuaah… dari atas kapal pun kami bisa melihat kedasar laut yang bening, pantas saja Gili Trawangan menjadi spot oke untuk diving & snorkeling.

Walau sudah menunjukan tepat jam 12 siang, ternyata makan siang belum siap dan akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling pulau, Ada beberapa pilihan untuk mengelilingi Gili Trawangan: Cidomo atau sepeda, dan kami memilih sepeda yang kami sewa satu hari untuk mengelilingi pulau. Saat itu Gili sangat ramai, mungkin dikarenakan long weekend, jadi kami harus pelan-pelan menyusuri jalan yang tidak terlalu lebar dan berbagi jalan dengan Cidomo.

Sepeda memang pilihan tepat mengelilingi pulau, karena kita bisa menemukan Hidden spot yang keceh dan masih alami, terutama untuk kamu yang suka hunting photo. Langit Biru, hamparan pasir putih yang lembut, air laut berwarna tosca (pirus) yang akan kita lihat sejauh mata memandang.

IMG_20170506_104955_654

Sejauh mata memandang

2017-04-29-11-53-30-01

Hidden Spot (1)

IMG_20170504_081915_356

Hidden Spot (2)

Kami mulai dengan menyusuri sisi sebelah timur ke barat pulau. Sisi Timur lebih ramai aktivitas karena dekat dengan pelabuhan sepanjang sisi jalan terdapat  beach clubcafe dan penginapan dengan desain yang unik. Beda dengan sisi Barat yang lebih sepi dan tenang, namun menyajikan pemandangan yang indah ketika Sunset tiba, disini banyak sekali spot ayunan ‘Instagenic’ sebagai daya tarik untuk berfoto.

IMG_20170429_211926_029

Ayunan ‘Instagenic’

Ooh iya Tips untuk explore Gili Trawangan : jangan lupa pakai Sun block dengan SPF tinggi, Kacamata, Topi, sendal yang nyaman. sewa sepeda selama 1 hari karena lebih murah yaitu sebesar 50k. Susuri Pulau dari arah Timur ke Barat, jadi pas dapat momen Sunset di Sunset Point. Jika berkesempatan menginap di Gili Trawangan maka kamu akan menikmati Sunrise & Sunset sekaligus. Kamu juga tidak perlu khawatir untuk mencari ATM karena dengan mudah bisa kamu temui di dekat pelabuhan.

Setelah asik berkeliling Gili Trawangan, akhirnya kami melepas lelah dan makan siang di Ocean 2 Restaurant, menikmati semilir angin dan makanan yang lezat.. Sempurna!

C360_2017-05-05-20-05-46-205

lunch ocean 2

yummy….

Selepas makan siang, acara bebas dan kami melanjutkan kembali berkeliling dengan sepeda. Jam 4 kapal yang akan membawa kami pulang sudah datang.. ya sayangnya kami memang tidak bermalam di Gili Trawangan huhu… ga mau pulang masih betah…. hiks

1493632942607

1493632924398

All Squad!

Sayangnya di tengah perjalanan boat kami mengalami gangguan dan selama 45 menit kami harus menunggu kapal pengganti, walhasil tujuan kami ke Hutan Wisata Pusuk Pass batal, karena setibanya di seberang hari sudah gelap.

20170429_174935-01

Sunset, sesaat sebelum menepi di Teluk Nara

Sasaku dan Dakota Seafood

Sebelum balik ke Hotel kami mampir ke Sasaku, pusat belanja oleh-oleh khas Lombok, bangunan yang luas ini cukup lengkap dari Kaos, Mutiara, aksesoris, makanan, mirip Mirota di Bali. Kaos produksi Sasaku memang memiliki kualitas yang bagus dengan desain yang modern dan harga yang cukup bervariasi. Saya malah tertarik untuk membeli Biji Kopi Robusta khas Lombok, karena ketika masuk aroma fresh kopi sungguh menggoda dari coffee shop.

Perjalanan dilanjutkan ke Rumah Makan  Lesehan Dakota untuk makan malam, ketika kami tiba hidangan sudah siap untuk kami santap ada Ayam & Ikan Bakar, sate cumi dan kerang  bakar dengan bumbu pedas yang enak, Sup Ikan Rajang dan tidak ketinggalan Sate Rambige yang bikin ketagihan. Lesehan Dakota terletak dipinggir sawah, sayangnya kami kesini malam hari jadi tidak bisa menikmati view sawah.

Dakota

Makan Malam di Lesehan Dakota

30 April 2017 – Diary day 3

Tak terasa sudah hari ke-3 sekaligus hari terakhir kami di Lombok ???? saatnya kami berkemas dan pulang ke Jakarta, eeits tapi sebelumnya masih ada kejutan yang menanti kami. Bukan Dream Trip namanya kalau tidak memberikan kejutan manis seperti pagi ini, setelah sarapan 10 peserta mengikuti “Beauty Class” yang diadakan oleh pihak sponsor SariAyu.

2017-04-30-08-16-33-01-01

Beauty Class By SariAyu

C360_2017-05-05-06-20-16-924

10 Peserta yang mengikuti Makeup Class by SariAyu MT

SariAyu

SariAyu memperkenalkan produk unggulannya yaitu Tren Warna SariAyu 2017 : Inspirasi Gili Lombok, keindahan alam pulau Lombok serta kearifan lokal budaya seperti warna-wana kain tenun Mbojo menjadi inspirasi warna makeup SariAyu. Kami juga di ajarkan cara makeup yang baik dan benar. Selain itu, semua produk SariAyu selalu menggunakan bahan alami dan halal. Berikut beberapa produk ungulan dari SariAyu.

2017-05-03-08-15-30-01

Produk Hair & Skin Care SariAyu Hijab

Cuaca Lombok yg panas tidak lagi menjadi halangan untuk beraktivitas, karena ada Hair Mist & Shampoo yang mengandung bahan alami seperti cabe rawit, daun jeruk purut, daun mangkok, urang-aring, lidah buaya, & peppermint oil memberikan kesegaran & sensasi dingin dikulit kepala serta mengurangi rasa gatal, ketombe, menguatkan akar & rambut hitam alami.

Sariayu Skin Brightening Body Lotion & Moisturizer Putih Langsat, terbuat dari bahan alami, ekstrak buah langsat, ekstrak bunga hibicus, Vitamin C , pro Vitamin B5 & SPF 15 bisa menjaga kulit dari sengatan sinar UV, jadi tak perlu khawatir lagi kan beraktifitas di luar ruangan. Jadi untuk kamu yg berhijab & aktif kegiatan diluar ruangan tdk perlu khawatir produk Sariayu #AlaminyaHalalUntuksemua

2017-05-03-12-45-39-01

Tren Warna Sariayu 2017 : Inspirasi Gili Lombok

Keindahan alam & budaya Lombok (Tenun Mbojo) dituangkan dlm pilihan 6 seri warna Duo Lip Color. Dalam satu packaging terdiri 2 jenis Matte & Glossy. Mengandung Ekstrak Flamboyan & Vit.E sbg Antioxidant. Favorit saya GL-01 Pink & warna yg lebih stunning GL-06 Ungu Tua. Wangi permen, Lembab & ringan dibibir, selain itu bisa diaplikasikan sebagai perona pipi.

Two way Cake (02-Natural) mengandung ekstra Gardenia sbg antioksidan,  vit E, SPF 15 dan melindungi wajah dari sinar UV. Kemasannya yg elegan, bedak padat dgn tekstur lembut, halus & wajah terkesan flawless.

Kejutan lainnya dari SariAyu adalah pembagian hadiah untuk The Best Make up (Devi), The Best Praktek (Rosita), The Most Clean (Isthi), Best Fashionable (Nina), Best Sosmed (Stella), Posting Terbanyak (Ayy) dan Best Caption (Dina/Me). Masing-masing peserta juga mendapatkan Hampers, Goodie Bag dan Voucher 250 K dari SariAyu, wooow Terimakasih SariAyu.

C360_2017-05-01-20-49-08-349

The Best Caption (Me) & Posting Terbanyak (Ayy)

C360_2017-05-05-06-16-52-512

After Beauty Class

C360_2017-05-05-06-16-27-091

Terimakasih Sari Ayu #AlaminyaHalaluntukSemua

Masjid Islamic Centre Mataram

Setelah selesai berkemas kami akhirnya check-out dari Hotel dan menuju ke destinasi berikutnya yaitu Masjid Islamic Center Mataram . Lombok dikenal dengan sebutan”Island With a Thousand Mosque” atau Pulau dengan seribu Masjid, Islamic Center yang teletak di jantung Kota Mataram dengan Keindahan dan kemegahannya melengkapi sebutan itu. Masjid ini dibangun untuk MTQ Nasional pada tahun 2016.

C360_2017-05-05-20-02-25-221

10 Peserta DreamTrip di Masjid Islamic Center Mataram

Masjid bergaya Timur Tengah yang memiliki nama “Masjid Hubbul Wathan” artinya cinta tanah air, memiliki lima menara, satu dari lima “minaret” atau menara merupakan bangunan tertinggi di Kota Mataram, mencapai 99 meter melambangkan “asmaul husna” atau 99 nama indah Allah SWT.

20170430_142655-01

Arsitektur Masjid Hubbul Wathan (1)

20170430_135234-01

Arsitektur Masjid Hubbul Wathan (2)

2017-04-30-13-47-19-01

Interior Masjid Hubbul Wathan

Alhamdullilah.. bisa mengunjungi dan sholat di “Masjid Hubbul Wathan”  Masjid yg menjadi kebanggaan & Landmark Kota Mataram. Arsitektur & Interior Masjid ini sungguh megah & indah terutama ketika malam hari Kubah serta Menara  Masjid disinari lampu. Dari atas menara di ketinggian 114 m (lift menuju ke Menara baru beoperasi 2 minggu yang lalu) kita juga bisa menikmati  360 derajat view Pulau Lombok. Masjid ini bisa menjadi pilihan wisata Religi ketika anda berkunjung ke Kota Mataram.

20170430_141440-01

Salah satu Menara Masjid Hubbul Wathan

20170430_141551-02

Kubah Masjid Hubbul Wathan

20170430_140918-01

View Pulau Lombok dari atas Masjid Hubbul Wathan

Setelah mengunjungi Masjid kami langsung bergegas untuk makan siang di  Lesehan Mimi Asri “Bebek Kuali” dengan hidangan khas lombok Ayam Taliwang dan Plecing kangkung.

2017-04-30-15-25-50-01

Ayam Taliwang Lesehan Mimi Asri

Taman Narmada

Taman Narmada menjadi destinasi terakhir kami sebelum kami menuju Bandara.Taman Narmada, terletak di Desa Lambuak, Lombok Barat namanya diambil dari nama anak Sungai  Suci Gangga di india, yaitu sungai Narmadanadi.  Arsitektur Taman menyerupai Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak, atas perintah  Raja Anak Agung Ngurah Karangasem pada tahun 1727 masehi menjadikan Taman Narmada sebagai miniatur Gunung Rinjani. Terdapat 3 kolam menyerupai jumlah Danau Segara Anak di Gunung Rinjani. Dibagian atas terdapat Pura Kelasa salah satu dari delapan Pura tertua di Lombok dengan puluhan anak tangga agar tampak seolah menaiki Gunung Rinjani. Pura ini biasanya digunakan Umat Hindu untuk acara Pujawali dengan melakukan persembahan hasil bumi sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan. Taman Narmada  juga terdapat kolam dari mata air Gunung Rinjani yang di percaya untuk awet muda. Selain itu disediakan pula atraksi Flying Fox. Untuk informasi Taman Armada yang lebih lengkap dapat dilihat  disini

20170430_164737-01

Peta Taman Narmada

20170430_170010-01

Pemandian Raja di Taman Narmada

IMG_0782-01 Pemandangan Pura Narmada yang berhadapan langsung dengan Bale Terang

IMG_0797-01

Anak tangga menuju Pura Kelasa, yang menyerupai tanjakan Gunung Rinjani

IMG_0804-02

Pura Kelasa

C360_2017-05-05-19-57-26-730

Pose di Taman Narmada

C360_2017-05-05-19-46-52-128 10 Peserta di Taman Narmada

Selesai juga 3 Hari #DreamTriptoLombok bersama #SariAyu, Beautiful Escape in Beautiful Island with Beautiful Friends and Memories Thank you So much @Dream.co.id , @SariAyuHijab and @MuliaVacation see you in next #DreamTrip xoxo

C360_2017-05-05-20-01-01-465

All Squad

MOST POPULAR